Memaknai Idul Adha


Asal Mula Idul Adha

Idul Adha atau dikenal juga dengan Hari Raya Haji adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah SWT, ketika akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan seekor domba.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.

Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Terkadang Idul Adha disebut pula sebagai Idul Qurban atau Lebaran Haji.

Pada tahun ini 2012 (1433 H) hari raya Idul Adha jatuh pada hari jum’at tanggal 26 Oktober 2012.

Makna Idul Adha

Peristiwa yang dialami oleh nabi Ibrahim bersama anaknya, Nabi Ismail tersebut menjasdi sebuah daras terhadap ibadah kurban yang dilakukan oleh se;uruh umat Islam yang ada di muka bumi ini.

Setelah itu, kurban menjadi hari raya kedua di dalam Islam. Pada hari ini, setiap manusia yang mampu untuk berkurban. Kurban disini maksudnya adalah menyediakan hewan kurban misalnya domba atau pun sapi. Nantinya hewan ini akan disembelih dan dagingnya akan dibagikan kepada semua orang. Sehingga semua orang dapat merasakan makan daging sapi atau pun domba.

Di balik perintah Alloh dalam menurunkan syariat untuk berkurban ini ada beberapa keutamaan yang telah Alloh berikan. Beberapa keutamaan tersebut adalah:

  1. Terdapat syiar Islam di dalamnya. Dengan melakukan ibadah kurban ini maka telah menjalankan syiar agama Islam. Hal ini telah dijelaskan Alloh di dalam Al Quran surat Al Hajj ayat 22 yang berbunyi:
    Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.
  2. Kurban yang telah dikerjakan oleh setiap orang akan menjadi bukti bahwa mereka beriman kepada Aloh dan kepada apa yang telah Alloh perintahkan kepada mereka. Hal ini juga sesuai dengan apa yang telah Alloh sebutkan dalam Al Quran surat Al Hajj ayat 22 dengan bunyi seperti apa yang telah ada di atas.
  3. Kurban adalah salah satu amal perbuatan manusia yang sangat dicintai oleh Alloh. Dengan melaksanakannya maka hal tersebut akan menjadi sarana untuk menghapuskan dosa yang telah dimilikinya. Hal ini sesuai dengan hadits Rasul riwayat al Hakim, Ibnu Majah dan at Tirmidzi. yang berbunyi:
    “Tidak ada amal manusia pada hari nahar (10 Dzulhijjah) yang lebih disukai Alloh daripada menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu akan dating pada hari kiamat dengan tanduknya, kuku dan bulu-bulunya. Sesungguhnya Alloh menganpuni orang yang berkurban sebelum tetes darah hewan kurban itu sampai ke tanah. Maka jadikanlah diri kamu baik untuk berkurban.

Anak yang Taat dan Beriman

Makna lain yang dapat kita pelajari dari kisah perjalanan nabi Ibrahim dan nabi Ismail dalam kisah kurban ini adalah seorang anak yang penuh keimanan kepada Tuhannya.

Nabi Ismail pada saat itu masih berusia belia. Beliau masih anak-nak. Namun ketika ayahnya, nabi Ibrahim mengatakan kepada beliau bahwa Alloh telah memrintahkan kepada beliau untuk menyembelih dirinya, yang beliau lakukan pada saat itu adalah langsung menuruti apa yang dikatakan oleh si ayah.

Nabi Ismail tidak mengadakan kompromi terhadap perintah Alloh. Karena beliau tahu bahwa hal tersebut adalah perintah Alloh maka memang harus dilakukan tanpa adanya penolakan atau perlawanan.

Tentu, anak seperti ini adalah anak dengan tingkat kualitas iman yang tinggi dan sempurna. Di balik ini semua, pastilah ada sebuah pola dan system pendidikan yang sempurna pula. Sehingga menghasilkan anak dengan kualitas iman seperti itu.

Mendidik anak adalah tugas dan kewajiban orang tua. Salah satu hal pokok yang ada dalam setiap pendidikan anak adalah menanamkan rasa iman kepada Alloh. Alloh sebagai pencipta semua makhluk yang ada di bumi.

Selain itu, Alloh juga telah memberikan kita seperangkat aturan untuk kita jalankan. Kita tak boleh menimbang apakah aturan tersebut akan mendatangkan manfaat atau justru mendatangkan mudharat bagi kita. Semua perintah Alloh haruslah kita jalankan tanpa terkecuali.

Itulah hal pokok yang memang harus diajarkan kepada anak. Apalagi dalam keadaan masih anak-anak, seorang anak dapat dengan mudah menerima segala hal yang diberikan kepadanya baik itu benar atau pun salah.

Untuk itu, di masa perkembangan anak inilah, orang tua harus sudah menanamkan pola pendidikan anak untuk mengenal Alloh. Sehingga nantiny akan timbul rasa iman dan kepatuhan dalam diri anak terhadap segala apa yang telah diperintahkan oleh Alloh.

Demikianlah bahwa kita bisa memetikan banyak makna idul adha sebagai hari pengorbanan bagi umat Islam yang menginginkan keutamaan di sisi Allah.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 H

ooOOoo


Sumber:
Wikipedia. Idul Adha.
Anne Ahira. Makna Idul Adha.


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: